
Solo, 23 September 2025 – Universitas Sebelas Maret (UNS) melalui Sekolah Vokasi (SV) akan menggelar Kuliah Umum yang berfokus pada pentingnya peran data kependudukan dalam sistem pemerintahan modern. Acara yang bertajuk “Garda Terdepan Transformasi Data Kependudukan: Peran Strategis dan Kontribusi Demografi dan Pencatatan Sipil dalam Birokrasi Modern” ini akan dilaksanakan pada:
- Hari/Tanggal: Selasa, 23 September 2025
- Waktu: 07.30 – 11.00 WIB
- Tempat: Ruang Seminar Nurul Huda UNS
Mengupas Data Kunci Birokrasi Modern
Kuliah umum ini akan menampilkan Raditya Novidianto, S.ST., M.Stat., seorang Statistisi Ahli Muda yang dikenal memiliki keahlian dalam analisis data kependudukan dan kebijakan publik. Beliau akan memaparkan bagaimana data kependudukan yang akurat dan real-time menjadi fondasi esensial bagi pengambilan keputusan strategis di berbagai sektor birokrasi, mulai dari perencanaan pembangunan, penyusunan anggaran, hingga pelayanan publik digital.
Dalam materinya, Raditya Novidianto akan menekankan bahwa keberhasilan reformasi birokrasi modern sangat bergantung pada kualitas data. “Data demografi dan pencatatan sipil bukan sekadar angka, melainkan cerminan nyata kondisi masyarakat yang harus diolah menjadi informasi strategis. Peran Statistisi Ahli Muda sangat krusial dalam menjembatani data mentah dengan kebijakan yang tepat sasaran,” jelas Raditya.
Acara ini akan dimoderatori oleh Annisatul Nikmah, S.Tr.Stat., M.Stat., seorang akademisi dari Sekolah Vokasi UNS yang memiliki fokus penelitian dalam bidang Dinamika Tata Kelola Kependudukan.
Mendorong Kontribusi Lulusan Vokasi
Kepala Program Studi D-4 Studi Demografi dan Pencatatan Sipil] Sekolah Vokasi UNS, Dr. Sri Wahyuningsih Yulianti, menyampaikan bahwa kuliah umum ini adalah bagian dari komitmen UNS untuk mencetak lulusan yang siap menjadi key player dalam birokrasi.
“Kuliah umum ini memberikan pemahaman praktis kepada mahasiswa tentang relevansi ilmu demografi dan statistika dalam konteks pekerjaan nyata di pemerintahan. Kami ingin mahasiswa Vokasi menjadi ‘Garda Terdepan’ yang mampu mengaplikasikan ilmu data untuk menciptakan birokrasi yang efisien, transparan, dan berbasis bukti,” ujarnya.
Kegiatan ini diharapkan dapat memperkuat pemahaman mahasiswa tentang pentingnya integritas data dan mendorong mereka untuk berkontribusi aktif dalam proses transformasi data kependudukan di Indonesia.
